POTRET – CAFÉ : ALBUM LEGENDARIS INDONESIA

P O T R E T – CAFÉ (Maret 1999). berupaya menyikapi semua karya seperti kita memasak di dapur. Pastinya, diperlukan dengan ketepatan dalam meracik pelbagai jenis bumbu. Sampai pada penyajiannya, dilakukan dengan pendekatan situasi dalam sebuah café yang menyediakan makanan dan minuman.

Kalo boleh di ibaratkan seperti sayur tanpa garam. Suatu formula baru yang sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi saat itu.

Karya lahir dalam suasana keprihatinan. Perasaan takut, gelap, tertekan kemudian ingin berontak. Walaupun begitu, proses kreatifpun terus berjalan. Album ketiga, lebih maju dari sisi komposisi musik, serta dilengkapi lirik-lirik lugas nan cerdas.

Pernah mencoba menulis lagu cinta? Melly Goeslow pintar sekali meracik kata-kata nan puitis. Namun ia tak bisa membaca not balok ataupun memainkan instrument musik. Jika sedang mendapat inspirasi, Ia selalu meminta suaminya, Anto Hoed untuk merancang kompisisi musik. Selain itu, Ia ternyata sering diskusi mengenai lirik (kata-kata unik di kehidupan) dengan sang mertua – yang berprofesi sebagai dosen sastra.

Potret berdiri sejak tahun 1995 di Jakarta. Band yang terdiri dari Melly Goeslow (a.k.a pengisi suara), Antoe Hoed (a.k.a Pembetot senar Bass) dan Arie Ayunir (a.k.a Penggebuk Drum dengan cinta kasih) mampu menagkap fenomena krisis sosial masyarakat Indonesia. Semua lagunya lugas, tajam dan enak tuk di dengar. All the songs are my favorite – EPIC!

All Art (Cover Design) : Arie Ayunir

Lagu pamungkas Potret di Album Cafe bertajuk “Video Clip Potret Diam” sangat Easy Listening dan menerima beragam penghargaan musik. Ketika menonton klipnya yang serba hitam putih, saya malah terpesona dibagian akhir cerita – syuting berlatar belakang Toilet. Gak taunya si Melly Goeslow lagi NGISING…!!!!!? sedikit menyijikkan.

Banyak orang mengira bagian intro “Diam” mirip dengan karya lawas Band Weezer – “Say It Ain’t So”. But I don’t really care. I feel the sounds perfect, and I like the song so much. Potret itu enak didengar dan nyaman dilihat.

Tak ada manusia yang sempurna di Planet Bumi. Saya terperangah ketika menghayati lagu yang berjudul R (Dibaca Y). Ketika masih balita, saya sulit sekali melafalkan huruf “R” dengan sempurna, cenderung berkarat. Sudah pasti jadi bahan olokan sanak saudara (dianggap lucu banget). R (Dibaca Y) adalah soundtrack kehidupan masa lalu. Lagu tersebut sangat kocak dan enak tuk didengar.

Sebenarnya sosok Arie Ayunir dan Antoe Hoed sangat misterius. Saya pikir, mereka berdua berkontribusi besar dalam meramu alunan musik dan mengatur tempo yang membuat hati terus bahagia. Itu saya rasakan betul ketika menikmati lagu Bagaikan Langit. Oh senangnya, saya senang sekali. Dan kenangan terindah membuat penderitaan di sunat musnah – bagai ditelan bumi. Semua kenangan itu tersimpan rapi di tiap gulungan pita hitam Album Café – Band Potret.

I listen all songs such as Bagaikan Langit, Mawar, Kemarin, Diam from Band Potret, I feel so timeless. And I think, Kentut Siapa? is going to be my favorite song forever. Gilaaaaa…. bagus banget. Semua lagu Potret di Album Café lebih dinamis – mantap tuk di santap dalam situasi apapun.

MAIN DISH

APPETIZER

(Gendonesia Vocal, Denny Chasmala Acoustic & Electric Guitar, Prass, Rudi, Madi & Melly Goeslow noise maker – 52 p)

Diam, tidak bicara, tidak bergerak, bukan berarti berhenti berpikir atau tidak mempunyai pendapat. Diam bisa berarti 1001 macam, bisa ya atau tidak, bisa senang bisa tidak.

(Denny Chasmala – Electric Guitar, Antoe Hoed – Synthesizer, £ 4.18)

Kentut Siapa?, bau busuk lambat laun akan tercium karena manusia kurang pandai untuk menyembunyikannya. Apalagi pikiran-pikiran bususk, iri hati, tidak mau kalah, dengki, cepat atau lambat akan muncul ke permukaan.

(Dewa Budjana Denny Chasmala Electric Guitar, Prass & Budy Cymbals, Reno Ludwiga Shout & Whisper, Arie & Anto Hoed Synthesizer – £ 3.34)

Kemarin, tidak semua pujian dapat membuat orang merasa apalagi pujian itu tidak sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya dan punya tedensi untuk menjatuhkan akibatnya orang yang dipujipun akan mearasa tidak layak untuk menerima pujian.

(Denny Chasmala Electric Guitar, Andy Ayunir Synthesizer, Arie Gunshot – £ 2.40)

Peduli, manusia manapun diharapkan tentunya punya moral barang sedikit, kalo masih tersisa dalam benak kita, bersyukurlah. Cerita tentang diri kita sendiri.

(Sa’uniene String Quartet, Denny Chasmala Electric Guitar, Novi, Intan Ewa Rita Backing Vocal, Anto Hoed Synthesizer – £ 4.45)

R (Dibaca Y), barangkali manusia memang layak dipenuhi dengan kekurangan bahkan manusia terhebatpun akhirnya bisa tumbang karena kekurangannya. Terima Kasih.

(Denny Chasmala Electric Guitar, Anto Hoed Synthesizer – £ 2.36)

SIDE DISH

Satu Kebanggaan, berbahagialah sebagai orang yang mendapatkan sesuatu penuh dengan berbagai cobaan. Raihlah sesuatu dengan perjuangan dan jangan pernah berhenti jika sebelum berhasil… berjuanglah terus karena saatnya nanti bila kita dapat meraihnya akan merasa sangat puas dan bahagia.

(Denny Chasmala Acoustic & Electric Guitar, Anto Hoed Synthesizer – £ 4.17)

Bagaikan Langit, jatuh cinta adalah hal yang terindah buat kita semua, hati yang sedang berbunga membuat semua hal terlihat bagus, cantik meski kadang penuh dengankeburukan di sisi lain.

(Denny Chasmala Electric Guitar, Arie & Anto Synthesizer – £ 3.24)

Masochist, bentuk deviasi seks yang tentunya ada dalam masyarakat kita dari dulu hingga sekarang bahwa manusia dapat hidup bahagia meskipun dalam keadaan disiksa oleh kekuatan-kekuatan lain yang ada dalam kehidupan kita.

(Dewa Budjana, Anto Hoed Synthesizer – £ 4.06)

Mawar, ungkapan untuk wanita. sentuhlah seperti sekuntum bunga mawar, hati-hati terhadap durinya. Jika busuk jauhilah dan jika belum mekar siramlah dengan air agar dapat dipetik pada saatnya mekar nanti.

(Denny Chasmala Electric Guitar, Anto Hoed Synthesizer – £ 2.31)

Kenyataan, dalam kehidupan – cara memandang suatu masalah dalam hidup kita, agar selalu realistis meskipun pahit. Ada kalanya kita perlu untuk berangan barang sekejap karena angan-anganpun dapat menjadi kenyataan.

(Denny Chasmala Acoustic & Electric Guitar, – £ 3.20)

DESSERT

(Anto & Arie : Acoustic Guitar – £ 4.18)

Photographer: Mayzal

All tracks produce by Melly, Antoe, and Arie

Tak lama setelah kesuksesannya membesar, Potret ditinggal pergi si penggebuk drum kesayangan ; Arie Ayunir – demi meneruskan pendidikannya ke Amerika. Dan di tahun 2001 digantikan oleh Aksan Sjuman.

Potret ingin terus bermusik…. “Tanpa diasah, bakat itu tak pernah ada” ujar seorang penyanyi wanita yang selalu tampil “nyentrik” di panggung. Tetap bermusik dan selalu membuat karya bagus menjadi falsafah yang dianut oleh band Potret.

Jujur, saya sangat puas dengan hasil design sampul album ketiga, serba hitam putih. Informasi lengkap mengenai orang-orang yang terlibat dalam melahirkan Album Legendaris Indonesia tercoret rapi di sana.

Di pojok kiri bawah sampul Album tertulis “Potret Joint fight against corruption, collusion & nepotism”. Sebuah ungkapan kepedulian yang dalam banget dari sebuah Band besar Indonesia. Satu harapan tuk melihat bangsa Indonesia terus damai di masa mendatang. “Express yourself peacefully, Let’s build Indonesia Baru”.

Sebagai anak 90-an, saya sangat bangga (baca: membusukan dada penuh bulu) dan sangat senang menikmati musik Indonesia zaman itu. Saya bener-bener mencitai kualitas musik yang baik – bercita rasa tinggi. Pada masanya, lagu-lagu seperti ini sudah dibalut dengan irama Riang N Gembira, dan menitipkan pesan moral yang sangat baik.

 

Kini, saya rindu kualitas terbaik musik Indonesia. Kemana, kemana, kemana?